Kamis, 30 Juni 2011

Lomba Menulis Essai dengan Tema “Menjadi Manusia Indonesia: Berbakti pada Negeri” (Deadline 16 September 2011)

Lomba Menulis Essai dengan Tema: “Menjadi Manusia Indonesia: Berbakti pada Negeri”
(Deadline 16 September 2011)


Lomba ini bertujuan untuk menumbuhkan (membangkitkan kembali) karakter ke-Indonesiaan yang positif, yang kini sudah banyak hilang dari jiwa masyarakatnya, meningkatkan kebanggaan & kecintaan terhadap tanah air Indonesia, membuktikan rasa bangga & cinta tanah air dengan berkontribusi nyata bagi perubahan dan kemajuan Republik Indonesia.

Tulisan bisa berupa kisah pribadi atau orang lain yang menceritakan karakter-karakter positif, pengabdian, dan kontribusi bagi negeri. Tulisan tidak harus berupa kisah-kisah heroik atau perjuangan besar dan massif.  Kisah-kisah sederhana yang menceritakan nilai-nilai kejujuran, integritas, semangat berkorban, serta ketulusan yang inspiratif, bermanfaat dan berkontribusi positif bagi negeri, sangat layak Anda tuliskan! ^_^

1. Waktu Pelaksanaan Lomba
a. Penjaringan naskah dibuka pada tanggal 29 Juni – 16 September 2011.
b. Pengumuman pemenang dilakukan pada tanggal 25 September 2011.

2. Tata Cara Perlombaan

Syarat dan Ketentuan Peserta:
a. Peserta merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).
b. Peserta tidak dibatasi usia, jenis kelamin, dan tempat tinggal.
c. Tiap peserta hanya diperbolehkan mengirimkan satu naskah.
d. Tiap peserta wajib mem-posting informasi ini melalui note akun facebook-nya (bila memiliki FB) dan men-tag 20 orang temannya, atau mem-posting di blog-nya (bila memiliki blog).

Syarat dan Ketentuan Naskah:
a. Naskah yang diperlombakan merupakan naskah original, bukan saduran maupun plagiat, dan tidak pernah dikirim atau dipublikasikan di media mana pun.
b. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik (bukan bahasa alay).
c. Naskah tidak mengandung unsur pornografi, pornoaksi, bahasa vulgar, dan pertentangan SARA.
d. Naskah diketik pada kertas A4, font Times New Roman, 12 pt, spasi 1.5, justify, minimal 5000 karakter.
e. Melampirkan naskah dengan biodata yang berisi: nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, nomor identitas (KTP/SIM/ Paspor/ Kartu Pelajar/Mahasiswa), alamat lengkap, nomor telp/HP, nomor rekening yang masih berlaku, alamat FB (bila memiliki FB), alamat blog (bila memiliki blog). Boleh juga ditambahkan narasi singkat kegiatan saat ini atau prestasi yang dimiliki (optional).
e. Naskah dikirim ke alamat email: mujahidah_87@yahoo.com & nuryazidi@gmail.com, dengan format: ESSAI_NAMA PENGIRIM_JUDUL.
f. Naskah diterima oleh penyelenggara selambatnya tanggal 16 September 2011, pukul 23.00 WIB.
f. Pengumuman pemenang akan disampaikan di akun facebook Asti Latifa Sofi & Mohammad Nuryazidi,page Gerakan “Aku Anak Indonesia”, serta akan dikirimkan ke alamat email masing-masing peserta pada tanggal 25 September 2011.
g. Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat.

2. Hadiah 
 Juara 1: Uang senilai Rp300.000,00
Juara 2: Uang senilai Rp200.000,00
Juara 3: Uang senilai Rp100.000,00
Juara Harapan 1 (sebanyak 3 orang): masing-masing akan mendapatkan bingkisan buku
Juara Harapan 2 (sebanyak 19 orang): masing-masing akan mendapatkan piagam penghargaan
* 25 naskah terpilih akan dikompilasikan menjadi satu buku yang insya Allah akan diterbitkan.

SELAMAT BERLOMBA! ^_^

*** Mohon share ke teman-teman yang lain ya! Terima kasih... ^_^ 

Minggu, 26 Juni 2011

mau Punya Banyak Teman?


Laura Gilbert, penulis freelance di sejumlah media seperti Maxim, Health, The Knot, dan Stuff, mengatakan, ada beberapa hal yang membuat orang mudah berteman dengan orang yang baru dijumpai. Anda bisa mencuri kiat-kiat yang mereka lakukan, lalu mengubah cara tersebut menjadi sifat-sifat Anda yang alami.
1. Tersenyum dan melambaikan tangan
Apa salahnya melontarkan senyuman lebih dulu pada orang yang sedang berpapasan dengan Anda? Gengsi, karena orang itu yunior Anda di kantor? Atau takut dikira naksir? Sudahlah, buang jauh-jauh pikiran tersebut. Tak usah takut bila Anda memberi pesan bahwa Anda ingin ngobrol dengannya, atau ingin tahu siapa dia. Tersenyumlah, lambaikan tangan, anggukkan kepala, apa saja yang memberi kesan Anda orang yang ramah.

Bila Anda bertemu seseorang yang tak dikenal, memberikan senyum juga akan membuatnya tahu bahwa ia boleh bercakap-cakap dengan Anda. Coba cara ini setiap kali Anda keluar dari rumah, misalnya, pada orang yang biasa Anda temui di kereta komuter, ibu-ibu di sebelah Anda yang sedang menawar harga barang di pasar, bahkan pada anak-anak yang sedang bermain. Setelah terbiasa melontarkan senyum, hal ini akan menjadi kebiasaan baru yang terjadi secara alami.
2. Membuka pembicaraan
Lagi-lagi, apa salahnya berbicara lebih pada orang yang belum Anda kenal? Setiap orang bisa saja menjawab pertanyaan, atau memberi respons pada komentar seseorang, tapi orang yang mudah berteman adalah yang biasa mengajak bercakap lebih dulu.
Menurut Susan RoAne, penulis How to Create Your Own Luck and What Do I Say Next, rahasia orang yang mudah berteman adalah menganggap hal-hal di sekitarnya sebagai peluang untuk mulai berbicara, dan bukannya menunggu disapa.
Untuk memecahkan keheningan atau suasana kaku dengan orang yang belum Anda kenal, mulailah dengan orang-orang yang jarang Anda ajak bicara. Misalnya, perempuan di antrean belakang Anda di konter check in bandara, atau bahkan CEO perusahaan yang tidak pernah Anda jumpai sehari-hari. Jangan menjadikan "tugas" ini sebagai beban. Tetap jadilah diri Anda sendiri. "Anda harus nyaman saat melakukannya. Kalau Anda harus berpikir apa yang harus dikatakan, Anda akan merasa ragu, dan momen itu akan lenyap," kata RoAne.
3. Gunakan pertanyaan terbuka
Ngomong-ngomong, apa sih yang bisa menjadi bahan pembicaraan dengan orang yang baru dikenal? Cari topik yang sama-sama Anda ketahui atau Anda rasakan di sekitar Anda. Misalnya, soal cuaca yang panas, atau billboard iklan yang menampakkan wajah bintang favorit Anda. Atau, topik yang sedang hangat dibicarakan di siaran televisi, misalnya, tentang pembatasan kendaraan pada jam-jam sibuk, atau soal program sale di berbagai mal di Jakarta.

Agar pembicaraan tidak sekadar menjadi basa-basi, tanyakan pendapat teman baru Anda itu. Lemparkan sebuah topik yang jawabannya akan lebih panjang daripada sekadar "ya" dan "tidak". Misalnya, Anda sedang berbelanja di supermarket. Ketimbang hanya mengatakan, "Waduh, mahalnya...", lebih baik tunjukkan kepedulian Anda dengan mengatakan, "Ya ampun, kayak gini harganya Rp 100.000? Apanya yang bikin mahal? Memangnya ini merek terkenal, ya?"
4. Berhenti bicara pada waktunya
Tidak ada orang yang senang mendengarkan orang lain yang hanya membicarakan dirinya sendiri. Maka, Anda harus tahu kapan harus berhenti dan memberi kesempatan orang tersebut bicara. Jangan lupa, setiap orang pasti senang bila dianggap memiliki pengetahuan yang luas. Tak usah meminta pendapatnya soal kebijakan pemerintah mengenai sesuatu hal. Saat Anda berada di kedai kopi, misalnya, coba minta pendapat orang di sebelah Anda, apa minuman yang cocok untuk Anda yang sebenarnya tak begitu suka kopi. Ia pasti akan senang memberitahukan informasi tersebut pada Anda.
Bila suatu saat Anda berkesempatan membuka obrolan dengan seseorang yang baru Anda kenal, lontarkan sedikitnya tiga pertanyaan. Hal itu akan memberikan celah pada orang lain untuk terbuka pada Anda, dan merasa dihargai. Ketika mereka merasa dihargai, mereka pasti akan berusaha ngobrol lebih banyak bersama Anda.

20 Ciri Sukses dan Gagal Ramadhan



Ramadhan hanya datang sekali dalam setahun. Jangan biarkan Ramadhan berlalu sia-sia. Apa yang harus kita lakukan agar Ramadhan tahun ini lebih baik? Hindari 20 ciri gagal Ramadhan berikut ini dan terapkan 20 cara meraih sukses Ramadhan. Karena gagal merencanakan sama saja dengan merencanakan kegagalan..

20 Ciri Gagal Ramadhan

Berapa banyak orang yang berpuasa namun ia tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga.
--HR. Bukhari dan Muslim

Sebagai sebuah medan training (tarbiyah), Ramadhan punya indikator keberhasilan. Bagaimana mengukurnya? Yang paling mudah adalah dengan melihat ciri kegagalannya berikut ini.



1. Tidak mempersiapan diri semaksimal mungkin jauh hari sebelum Ramadhan.
Misalnya, tidak tumbuh keinginan melatih bangun malam dengan shalat tahajjud. Begitupun tidak melakukan puasa sunnah Sya'ban, sebagaimana telah disunnahkan Rasulullah Shallallaahu `alaihi wa sallam. Dalam hadits Bukhari dan Muslim, dari Aisyah Radhiallaahu `anha berkata, "Saya tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa sebulan penuh selain di bulan Ramadhan, dan saya tidak pernah melihat beliau banyak berpuasa selain di bulan Sya'ban."
Persiapan diri menjelang Ramadhan meliputi,
pertama, persiapan hati (al-isti'dad al-ruhiy) dengan kerinduan dan kegembiraan' menyambut kedatangannya serta dengan berdoa agar bisa dipanjangkan umur sampai ke Ramadhan.
Kedua, persiapan keilmuan (al-isti'dad al-fikriy) dengan menguasai ilmu dan hakikat Ramadhan.
Ketiga, persiapan fisik (al-isti'dad al jasadiy) dengan menjaga kesehatan dan membiasakan tubuh untuk berpuasa sunnah di bulan Sya'ban.
Keempat, persiapan logistik (al-isti'dad al-maliy) dengan menyiap bekal untuk sedekah. dan
kelima, kondisikan lingkungan.

2. Gampang mengulur shalat fardhu.
"Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui kesesatan kecuali orang-orang yang bertaubat dan beramal shalih." (Maryam: 59)
“Celakalah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dalam shalatnya.” (Al-Ma’un: 4-5)
Menurut Sa’id bin Musayyab, yang dimaksud dengan tarkush-shalat (meninggalkan shalat) ialah tidak segera mendirikan shalat tepat pada waktunya. Misalnya menjalankan shalat zhuhur menjelang waktu ashar, ashar menjelang maghrib, shalat maghrib menjelang isya, shalat isya menjelang waktu subuh serta tidak segera shalat subuh hingga terbit matahari. Orang yang bershiyam Ramadhan sangat disiplin menjaga waktu shalat, karena nilainya setara dengan 70 kali shalat fardhu di bulan lain.

3. Malas menjalankan ibadah-ibadah sunnah.
Termasuk di dalamnya menjalankan ibadah shalatul lail. Mendekatkan diri kepada Allah dengan melaksanakan ibadah-ibadah sunnah merupakan ciri orang yang shalih.
“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang bersegera dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami. (Al-Anbiya:90)
“Dan hamba-Ku masih mendekatkan diri kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah, sampai Aku mencintainya.” (Hadits Qudsi)

4. Kikir dan rakus pada harta Benda.
Takut rugi jika mengeluarkan banyak infaq dan sedekah adalah tanda gagal Ramadhan. Sebab, salah satu sasaran utama shiyam adalah membuat manusia mampu mengendalikan sifat rakus pada makan, minum maupun pada harta benda. Cinta dunia serta gelimang kemewahan hidup sering membuat manusia lupa akan tujuan hidup sesungguhnya. Mendekat kepada Allah Subhaanahu wa ta’ala, akan menguatkan sifat utama kemanusiaan (Insaniyah).

5. Malas membaca al-Qur'an.
Ramadhan juga disebut Syahrul Qur'an (bulan al-Qur'an). Orang-orang shalih di masa lalu menghabiskan waktunya siang dan malam Ramadhan untuk berinteraksi dengan al-Qur'an. Ramadhan adalah saat yang tepat untuk menimba dan menggali sebanyak mungkin kemuliaan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup. Kebiasaan baik ini harus nampak berlanjut setelah Ramadhan pergi, sebagai tanda keberhasilan latihan di bulan suci.
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Quran dan mengajarkannya”.(HR Bukhari)

6. Mudah mengumbar amarah.
Ramadhan adalah bulan kekuatan. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) bersabda, "Orang kuat bukanlah orang yang selalu menang ketika berkelahi. Tapi orang yang kuat adalah orang yang bisa menguasai diri ketika marah."
Dalam hadits lain beliau bersabda: “Puasa itu perisai diri, apabila salah seorang dari kamu berpuasa maka janganlah ia berkata keji dan jangan membodohkan diri. Jika ada seseorang memerangimu atau mengumpatmu, maka katakanlah sesesungguhnya saya sedang berpuasa.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

7. Gemar bicara sia-sia dan dusta.
Kesempatan Ramadhan adalah peluang bagi kita untuk mengatur dan melatih lidah supaya senantiasa berkata yang baik-baik. Umar ibn Khattab Ra berkata: “Puasa ini bukanlah hanya menahan diri dari makan dan minum saja, akan tetapi juga dari dusta, dari perbuatan yang salah dan tutur kata yang sia-sia.” (Al Muhalla VI: 178)
Ciri orang gagal memetik buah Ramadhan kerap berkata di belakang hatinya. Kalimat-kalimatnya tidak ditimbang secara masak: “Bicara dulu baru berpikir, bukan sebaliknya, berpikir dulu, disaring, baru diucapkan.”

8. Memutuskan tali silaturahim.
Ketika menyambut datangnya Ramadhan, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa menyambung tali persaudaraan (silaturahim) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya."

9. Menyia-nyiakan waktu.
Termasuk gagal Ramadhan adalah lalai atas karunia waktu dengan melakukan perbuatan sia-sia, kemaksiatan, dan hura-hura. Disiplin waktu selama Ramadhan semestinya membekas kuat dalam bentuk cinta ketertiban dan keteraturan.
Al-Qur’an mendokumentasikan dialog Allah Swt dengan orang-orang yang menghabiskan waktu mereka untuk bermain-main.
“Allah bertanya: ‘ Berapa tahunkan lamanya kamu tinggal di bumi?’ Mereka menjawab: ‘Kami tinggal di bumi sehari atau setengah hari. maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.’ Allah berfirman: ‘Kamu tidak tingal di bumi melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui. “Maka apakah kamu mengira sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang sebenarnya; tidak Tuhan yang berhak disembah selain Dia, Tuhan yang mempunyai ‘Arsy yang mulia.” (Al-Mu’minun: 112-116)

10. Labil dalam menjalani hidup.
Labil alias gamang, khawatir, risau, serta gelisah dalam menjalani hidup adalah tanda gagal Ramadhan. Bila seseorang meraih berkah bulan suci ini, jiwanya mantap, hatinya tenteram, perasaannya tenang dalam menghadapi keadaan apapun.
Pesan Rasulullah Saw: “Sesungguhnya telah datang bulan Ramadhan yang penuh berkah. Allah telah memfardhukan atas kamu berpuasa di dalamnya. Dibuka semua pintu surga, dikunci semua pintu neraka dan dibelenggu segala syetan. Di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa tiada diberikan kebajikan malam itu, maka sungguh tidak diberikan kebajikan atasnya.” (HR Ahmad, Nasa’i, Baihaqi dari Abu Hurairah)

11. Tidak bersemangat mensyiarkan Islam.
Salah satu ciri utama alumni Ramadhan yang berhasil ialah ketaqwaannya semakin kuat. Salah satu wujudnya adalah semangat mensyiarkan Islam. Berbagai kegiatan ‘amar ma’ruf nahiy munkar dilakukannya, karena ia ingin sebanyak mungkin orang merasakan kelezatan iman sebagaimana dirinya

12. Khianat terhadap amanah.
Shiyam (puasa) adalah amanah Allah SWT yang harus dipelihara (dikerjakan) dan selanjutnya dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya kelak. Orang yang terbiasa memenuhi amanah dalam ibadah sirr (rahasia) tentu akan lebih menepati amanahnya terhadap orang lain, baik yang bersifat rahasia maupun yang nyata.

13. Rendah motivasi hidup berjamaah:
Frekuensi shalat berjama’ah di masjid meningkat tajam selama Ramadhan. Selain itu, lapar dan haus menajamkan jiwa sosial dan empati terhadap kesusahan sesama manusia, khususnya sesama Muslim. Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang berjuang secara berjama’ah, yang saling menguatkan. Ramadhan seharusnya menguatkan motivasi untuk hidup berjamaah. Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam saatu barisan yang teratur, seakan-akan mereka seperti bangunan yang tersusun kokoh." (Ash-Shaf [61]: 4)

14. Tinggi ketergantungannya pada makhluk.
Hawa nafsu dan syahwat merupakan pintu utama ketergantungan manusia pada sesama makhluk. Jika jiwa seseorang berhasil merdeka dari kedua mitra syetan itu setelah Ramadhan, maka yang mengendalikan dirinya adalah fikrah dan akhlaq.

15. Malas membela dan menegakkan kebenaran.
Ramadhan adalah bulan dakwah dan jihad. Maka, di tengah gelombang kebathilan dan kemungkaran yang semakin merajalela saat ini, para jebolan akademi Ramadhan seharusnya semakin gigih membela dan menegakkan kebenaran. Sejumlah peperangan dilakukan kaum Muslimin melawan tentara-tentara kafir berlangsung di bulan Ramadhan. Kemenangan Badar yang spektakuler itu dan penaklukan Makkah (Futuh Makkah) terjadi di bulan Ramadhan.

16. Tidak bertambah cintanya
Syahru Rahmah, Bulan Kasih Sayang adalah nama lain Ramadhan, karena di bulan ini Allah melimpahi hamba-hamba-Nya dengan kasih sayang ekstra. Shiyam Ramadhan menanam benih kasih sayang terhadap orang-orang yang paling lemah di kalangan masyarakat. Faqir miskin, anak-anak yatim dan mereka yang hidup dalam kemelaratan. Rasa cinta kita terhadap mereka seharusnya bertambah. Jika cinta jenis ini tidak bertambah sesudah bulan suci ini, berarti Anda perlu segera instrospeksi.
Demikian pula jika tidak mengalami peningkatan keharmonisan dalam keluarga. Berbagai ibadah di bulan Ramadhan adalah sarana yang sangat tepat untuk membangun keharmonisan dalam keluarga. Jangan biarkan keluarga kita tidak berhasil meraihnya.

17. Salah dalam memaknai akhir Ramadhan.
Khalifah Umar ibn Abdul Aziz memerintahkan seluruh rakyatnya supaya mengakhiri puasa dengan memperbanyak istighfar dan memberikan sadaqah, karena istighfar dan sadaqah dapat menambal yang robek-robek atau yang pecah-pecah dari puasa. Menginjak hari-hari berlalunya Ramadhan, mestinya kita semakin sering melakukan muhasabah (introspeksi) diri.
“Wahai orang-orang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Hasyr: 18 )

18. Terlalu sibuk mempersiapkan lebaran
Banyak yang lupa bahwa 10 malam terakhir merupakan saat-saat genting yang menentukan nilai akhir kita di mata Allah SWT dalam bulan berkah ini. Menjadi pemenang sejati atau pecundang sejati. Konsentrasi pikiran telah bergeser dari semangat beribadah, kepada luapan kesenangan merayakan Idul Fitri dengan berbagai kegiatan, akibatnya lupa seharusnya sedih akan berpisah dengan bulan mulia ini.

19. Menganggap dan menjalani Idul Fitri sebagai hari kebebasan berbuat jahiliyah lagi.
Secara harfiah makna Idul Fitri berarti “hari kembali ke fitrah”. Namun kebanyakan orang memandang Iedul Fitri laksana hari dibebaskannya mereka dari “penjara” Ramadhan. Akibatnya, hanya beberapa saat setelah Ramadhan meninggalkannya, ucapan dan tindakannya kembali cenderung tak terkendali.

20. Ramadhan tak bersisa 
Setelah Ramadhan, nyaris tidak ada ibadah yang ditindaklanjuti pada bulan-bulan selanjutnya. Misalnya memelihara kesinambungan puasa sunnah, shalat malam, membaca Al-Qur’an.
Amal-amal ibadah satu bulan Ramadhan, adalah bekal pasokan agar ruhani dan keimanan seseorang meningkatkan untuk menghadapi sebelas bulan setelahnya. Namun, orang akan gagal meraih keutamaan Ramadhan, saat ia tidak berupaya menghidupkan dan melestarikan amal-amal ibadah yang perbah ia jalankan dalam satu bulan.

20 Tips Sukses Ramadhan

1. Mengobarkan rindu Ramadhan, meluruskan niat, dan memancangkan tekad untuk meraih berbagai keutamannya.

2. Membuat rencana (planing) yang matang dalam mencapai target-target ibadah dan amal shalih Ramadhan, serta target mengikis kebiasaan jahiliyah.

3. Memperlambat sahur dan mempercepat berbuka puasa.

4. Tidak berlebih-lebihan dalam bersahur dan berbuka puasa (ifthar), serta membiasakan mengkonsumi kurma atau makanan yang manis lainnya.

5. Menunaikan zakat fitrah, harta, profesi, dan lain-lain, serta banyak berinfaq dan sedekah.

6. Berusaha tilawatul Qur'an (membaca Qur'an) sampai khatam (selesai) serta menghapal dan mentadabburinya.


7. Tingkatkan pemahaman agama dengan membaca berbagai tulisan dan buku tentang Islam, khususnya tentang puasa, baik segi fiqih maupun maknawiyahnya.

8. Meningkatkan disiplin dan muraqabatullah (perasaan bahwa Allah mengawasi kita), karena puasa melatih disiplin.

9. Hidupkan malam dengan shalat tarawih atau qiyamullail dan targetkan harus bisa penuh 30 malam.

10. Menjauhkan diri dari sebab-sebab yang dapat mendekatkan diri pada kemaksiatan seperti perilaku, pergaulan, bacaan, tontonan, dan konsumsi (misalnya rokok) yang sia-sia untuk selama-lamanya.

11. Memberikan makanan berbuka kepada orang-orang yang melakukan puasa, terutama bagi mereka yang kesulitan, seperti fakir miskin dan orang yang berada dalam perjalanan.

12. Banyak berdzikir, minta ampun dan berdoa pada setiap kesempatan (duduk, berdiri, dan berbaring).

13. Memberikan skala prioritas terhadap segala aktivitas yang dapat mendekatkan diri pada Allah  SWT.

14. Memperbanyak aktivitas yang berhubungan dengan kegiatan amal sosial bagi kaum dhuafa serta kegiatan dakwah.

15. Berusaha untuk saling menjaga hati, lisan, dan sikap untuk menyempurnakan puasa serta menjaga pandangan. Bagi wanita yang belum menutup aurat harus memulai menutup aurat untuk seterusnya.

16. Berusaha keras untuk bisa menjalankan i'tikaf (berdiam diri di masjid dengan tujuan mendekatkan diri pada Allah dan menyempurnakan amal ibadah kita) pada 10 malam terakhir dengan tekad meraih lailatul qadar dan memperbaiki diri.

17. Menghindari amalan yang bid'ah di bulan Ramadhan.

18. Memperhatikan dan berusaha mempraktikkan betul rambu-rambu Ramadhan, seperti hal-hal yang makruh atau haram.

19. Menyambung Ramadhan dengan melakukan puasa sunah 6 hari di bulan Syawal.


20. Tidak berlebih-lebihan dalam menyambut idul fitri dengan berbangga-bangga dalam hal makanan, pakaian, atau hal-hal duniawi lainnya.


Referensi:


19 Tanda-Tanda Gagal Ramadhan. 28 Agustus 2010. <http://www.mmjabodetabek.com/2010/08/19-tanda-tanda-gagal-ramadhan/>

10 Indikasi Gagal Meraih Keutamaan Ramadhan. Majalah Tarbawi edisi 15, Desember 2000.<http://myquran.com/forum/showthread.php/11835-10-indikasi-gagal-meraih-keutamaan-ramadhan>

(Jazakillah buat mbak Ersifa Fatimah, dr.)
WebRepOverall rating 

Kamis, 23 Juni 2011

Fermentasi Abu Vulkanik Percepat Pertumbuhan Tanaman

 Hasil fermentasi abu vulkanik Gunung Merapi denganeffective microorganisme (EM 4) akan mempercepat pertumbuhan tanaman, demikian hasil penelitian tiga siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Candimulyo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Tiga siswa kelas VIII SMPN 3 Candimulyo, yakni Nazola Soares, Dwi Ristanti, dan Tri Wahyuni, saat ditemui di Magelang, Rabu (15/6), mengatakan penelitian mereka menggunakan tanaman cabai yang ditanam dalam polybag.
Uji coba mereka dilakukan dengan tiga perlakukan berbeda pada tanaman tersebut untuk memperbandingkan hasilnya. Perlakuan pertama media kompos dicampur abu vulkanik yang telah difermentasi dengan EM 4, kedua media abu vulkanik tanpa fermentasi dicampur kompos, dan terakhir media kompos dan EM 4.
Ketua kelompok penelitian tersebut, Nazola mengatakan hasil penelitian tersebut mempersingkat proses pelapukan alamiah abu vulkanik. Sebelumnya, kandungan mineral dari abu vulkanik baru dapat diserap tanaman dengan optimal setelah dua hingga tiga tahun melalui proses pelapukan alamiah dengan bantuan air dan mikroba tanah.
Ia menuturkan, tahapan yang dilakukan dalam penelitian, yakni abu vulkanik yang mempunyai kandungan mineral seperti Fe, Al, Ca, Mg, Na, Ti, dan K dicampur dengan EM 4 dalam sebuah ember. Setelah itu ditutup rapat menggunakan plastik agar proses fermentasi optimal. Proses fermentasi, katanya, membutuhkan waktu minimal satu minggu.
Setelah melalui proses fermentasi, abu vulkanik dikeluarkan dari ember kemudian dicampur kompos dengan komposisi satu banding satu dan dimasukkan dalam beberapa polybag dan ditanami bibit cabai. Menurut dia, setelah 15 hari pada perlakuan pertama dengan media kompos dicampur abu vulkanik yang telah difermentasi EM 4 pertumbuhan tanaman cabai lebih cepat dengan tinggi mencapai 5,39 centimeter, sedang pada perlakukan kedua tinggi tanaman 3,98 centimeter, dan perlakukan ketiga tinggi tanaman 4,43 centimeter.
Guru pendamping penelitian SMPN 3 Candimulyo, A Taufik mengatakan, hasil penelitian tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya korban bencana Merapi.

Uriner Penyiram Tanaman

Limbah biologis hewan, seperti tinja dan urin, sebenarnya memiliki kandungan mineral bermanfaat. Tidak mengherankan jika keduanya digunakan untuk pupuk penyubur tanaman.
Ilmuwan juga ada yang menganjurkan kita untuk meminum urin pertama kita di pagi hari. Katanya, mineralnya dapat membuat tubuh segar bugar.
Urin memang bermanfaat. Eddie Gandelman sepakat akan hal itu. Karena itulah ia menciptakan “When Nature Calls”, yaitu uriner yang menyalurkan air kencing manusia ke tanaman.
Urin memang banyak mengandung zat fosfor yang bermanfaat bagi tanaman. Melalui uriner ciptaan Gandelman, tanaman tidak perlu selalu disiram dengan air bersih, karena air urin sudah menyediakan mineral dan pupuk bagi tanaman.
Uriner ini sangat baik digunakan sebagai toilet umum. Cara kerjanya terdiri atas tiga langkah, menampung, menyaring, dan menyalurkan. Cara kerja ini sudah disetujui oleh profesor toksikologi. Hasil dari proses itu adalah urin yang bersih, tidak beracun, dan tidak berbau, sehingga tidak mencemarkan lingkungan.
Dengan uriner ini, di masa depan, diharapkan limbah biologis manusia tidak hanya sekadar jadi sampah, tapi juga bisa digunakansehingga lebih bermanfaat bagi lingkungan alam sekitar kita.

Lomba Menulis Artikel dan Fotografi Jurnalistik 2011

Deadline: 20 Juli 2011
Lomba Menulis Artikel dan Fotografi JurnalistikPelatihan Dasar Jurnalistik 2011
Media Aesculapius SM IKM FKUI
Tema: “Peran Internet dalam Perkembangan Jurnalistik Indonesia”.
Persyaratan Umum
-       Terbuka untuk umum, perorangan, maksimal 2 (dua) karya untuk tiap cabang.
-       Karya merupakan karya asli dan belum pernah diikutkan lomba atau dipublikasikan di media cetak/elektronik.
-       Waktu pengiriman baik via email dan pos dimulai tanggal 20 Juni 2011 hingga 20 Juli 2011.
-       Kirimkan karya Anda ke:
Media Aesculapius SM IKM FKUI
Jl. Salemba Raya 6 Jakarta 10430
Telp : (021) 31930364
atau
via e-mail ke ma.pdj2011@gmail.com
  • Naskah dimasukkan dalam amplop tertutup disertai dengan fotokopi identitas diri (KTP/SIM/Kartu Pelajar/Paspor) dan biodata singkat: nama, alamat lengkap, nomor telepon/handphone, e-mail.
  • Biaya pendaftaran karya sebesar Rp 25.000,-/karya, dikirim/transfer ke:
    • Bank BNI UI Depok
      No. Rek.: 0189562678 a/n Maria Christianingrum
  • Peserta wajib mengonfirmasi kepada panitia dan mengirimkan bukti pembayaran saat mendaftar.
HADIAH :
  • Juara I : Rp 1.500.000,-
  • Juara II: Rp 1.000.000,-
  • Juara III: Rp 500.000,
Lomba Penulisan Artikel Jurnalistik
  • Naskah ditulis dengan Bahasa Indonesia yang baik, diketik di kertas A4 portrait, font Times New Roman 12, isi sebanyak 5500 – 7000 karakter termasuk spasi, spasi ganda.
  • Sertakan biodata penulis pada halaman terpisah.
  • Naskah dikirim rangkap 3 (tiga).
  • Di bagian kiri atas amplop ditulis LOMBA ARTIKEL JURNALISTIK PDJ 2011.

Persyaratan Lomba Fotografi Jurnalistik
  • Foto dicetak dalam ukuran A3 dengan outline linen hitam 2,5 cm dari foto.
  • Format foto berwarna maupun hitam putih dengan media digital atau film.
  • Olah digital diperkenankan, sepanjang dapat dilakukan dalam proses teknik kamar gelap dan tidak melakukan proses penggabungan beberapa foto; manipulasi hanya sebatas koreksi warna/kontras; editing sebatas leveling dan saturation, bukan hasil retouchmaupun manipulasi komputer lainnya.
  • Di bagian belakang foto cantumkan judul foto, penjelasan singkat makna foto, serta nama peserta.
  • Di bagian kiri atas amplop ditulis LOMBA FOTOGRAFI JURNALISTIK PDJ 2011
Contact person: Karina (08521110792)
e-mail: ma.pdj2011@gmail.com
twitter: @mapdj2011

Lomba Cerpen Ramadhan

Deadline: 31 Juli 2011
Dalam rangka menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan 1432 Hijriyah, Annida Online bekerjasama dengan SMG Publishing akan menyelenggarakan perlombaan menulis cerpen dengan setting Ramadhan.
Ajang ini dimaksudkan untuk mengasah kreativitas remaja dalam dunia tulis-menulis fiksi, sekaligus mengingatkan remaja Islam untuk bersiap menghadapi Ramadhan.1. Waktu Pelaksanaan LombaPenjaringan karya dibuka pada 10 Juni-31 Juli 2011.Pengumuman pemenang dilakukan pada 17 Agustus 20112.

Tata Cara Perlombaan
Syarat dan Ketentuan Peserta:
a. Peserta merupakan muslim dan muslimah
b. Peserta tidak dibatasi usia, jenis kelamin, warga negara, dan tempat tinggal
c. Tiap peserta boleh mengirim lebih dari satu naskahSyarat

 Ketentuan Naskah:
Naskah yang diperlombakan merupakan naskah original, bukan saduran maupun plagiat, dan tidak pernah dikirim atau dipublikasikan di media mana pun.Tema karya bebas, boleh persahabatan, keluarga, lingkungan hidup, cinta, politik, sains, fantasy, namun harus mengambil seting waktu Ramadhan (porsi bebas)
Tiap 1 judul naskah menyertakan guntingan buku Antologi 12 Cerpen Annida Online yang diterbitkan oleh SMG Publishing. (Pembelian melalui Bookcity, harga 35 ribu, atau pemesanan melalui sms: 0838-98-07-9008, format: Antologi-Daerah tempat tinggal-Bank untuk ditransfer (Tersedia: BRI/BSM/BNI/BCA)Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik (bukan bahasa alay)Naskah tidak mengandung pornografi, pornoaksi, bahasa vulgar, dan pertentangan SARANaskah diketik dengan huruf Times New Roman, 12 pt, Spasi 1,5Naskah diprint pada kertas A4 dengan mencantumkan nomor halaman di sebelah kanan bawahPada lembar naskah tidak dicantumkan nama penulisTiap 1 naskah disertai fotocopy KTP/SIM/ Kartu Pelajar/ Kartu Mahasiswa dan 1 formulir lomba yang didownload dariwww.annida-online.com (boleh diprint hitam putih dan difotocopy)Peserta boleh mengirim lebih dari 1 naskah pada amplop yang sama (dengan persyaratan lengkap: formulir dan guntingan buku Antologi 12 Cerpen Annida)Naskah diterima oleh panitia selambatnya 31 Juli 2011Pengumuman pemenang akan disampaikan di www.annida-online.com pada 17 Agustus 2011

Juara 1: Rp. 450.000+Sertifikat+Bingkisan (Merchandise Annida Online)
Juara 2: Rp. 350.000+Sertifikat+Bingkisan (Merchandise Annida Online)
Juara 3: Rp. 250.000+Sertifikat+Bingkisan (Merchandise Annida Online)(Hadiah sudah termasuk honor pemuatan cerpen di Annida Online)Juara Harapan (3 orang):@ Sertifikat+Bingkisan (Merchandise Annida Online)+Honor pemuatan di Annida Onlinem.

Naskah diKirimkan ke alamat:Panitia Cerpen Ramadhan Annida-OnlineJl. Mede No. 42 Utan Kayu Jakarta Timur