Selasa, 18 September 2012

opini: Berharap dari sang ibu kota


Jakarta, mendengar namanya bagi sebagian kaum urban memang cukup familiar. Betapa tidak, kota yang setiap tahunnya diserbu masyarakat dari berbagai wilayah Indonesia memiliki pesona yang tidak ada tandingannya. Tahun 2012 ini, data menyebutkan kenaikan jumlah penduduk pasca lebaran sebesar 7% atau sekitar empat belas juta jiwa mencoba mengadu nasib pada ibu kota.
Ibu kota, kebanyakan di seluruh dunia memang merupakan suatu wilayah yang memiliki roda perekonomian paling banyak di daerah lain. Betapa tidak, ibu kota merupakan pusat dari investasi banyak pihak pengusaha dalam dan luar negeri. Selain itu, ibu kota merupakan tempat yang keadaanya tidak akan terbelakang. Alasan-alasan itulah yang oleh sebagian masyarakat menjadi latar belakang mereka ingin mengadu nasib di Jakarta. Banyak harapan yang mereka bawa dari daerah untuk diwujudkan di ibu kota.
Jika diibaratkan seperti seorang anak dengan ibunya, maka sang anak cenderung akan merasa lebih nyaman dan semua permintaannya akan segera tercapai jika ia dekat dengan sang ibu. Begitulah masyarakat Indonesia khususnya para urban. Mereka menganggap dengan datang ke Jakarta akan lebih mudah mendapatkan apa yang ia inginkan apabila dekat dengan ibu kota, Jakarta. Dengan demikian, harapan untuk hidup sejahtera sepenuhnya mereka gantungkan pada ibu kota Indonesia, Jakarta. Harapan itu menjadi semakin besar ketika sanak saudara mereka telah mencicipi kasih sayang ibu kota.
Ibu kota memang sangat cantik penampilannya dan memang dari sebagian sudut menjadi superior dalam berbagai hal dibandingkan daerah lain. Tak heran, bagi kaum urban harapan akan nasibnya terhadap ibu kota sangat besar. Berbekal informasi dari media dan sanak saudara mereka tak ragu menginjakkan kaki di Ibu Kota, Jakarta. Semoga harapan besar yang telah mereka rajut dapat segera diwujudkan di Ibu Kota, bukan sebuah fatamorgana.

Tidak ada komentar: