Kamis, 24 Januari 2013

Dialog Satra: Cerpen


Dialog pada pertemuan kali ini dibuka dengan membahas cerpen karya mba Nila Rahma yang berjudul Interpretasi “wajah hujan.” Pembuatan ide cerpen tersebut terinspirasi dari band payung teduh. Dari apa yang telah dipaparkan mba Nila, kita dapat menulis karya sastra seperti puisi, lagu, dan cerpen apabila ada inspirasi. Inspirasi tersebut dapat datang dari mana saja, termasuk pada sebuah band. Cerpen terdiri dari unsur intrinsic dan ekstrinsik. Unsur intrinsik terdiri dari tema, latar, tokoh, alur, dan amanat. Sedangkan unsur ekstrinsik cerpen terdiri dari sudut pandang.

Dalam dunia cerpen terdapat istilah tokoh identifikasi. Fungsinya untuk menjadi inspirasi yang mungkin saja kita tiru dalam kehidupan sehari-hari. Tokoh identifikasi tersebut biasanya cenderung pada tokoh yang baik. adanya tokoh jahat berfungsi sebagai tokoh pembanding dengan tokoh baik. kegiatan mengidentifikasi tokoh identifikasi itu penting dan mendapatkan banyak manfaat itu mutlak.  Mengapa?karena tokoh identifikasi dapat dikembangkan apabila kita dapat mengambil kesimpulan dari bacaan.

Tujuan seorang penulis dalam membuat cerpen pun berbeda-beda. Penulis yang membuat cerpen dengan tujuan enghibur diantaranya Ayu Utami, Djenar Maesa Ayu, dan Raditya Dika. Sedangkan penulis  yang membuat cerpen dengan tujuan mendidik diantaranya Helvy Tiana Rosa, Habiburrahman, dan Tere Liye.

Sastra sejarah merupakan sastra yang memiliki latar belakang.  sastra sejarah ini menuntut penulis untuk mencari fakta dari sebenarnya dari inspirasi yang didapat. Tidak semua penulis dapat membuat sastra sejarah dan tidak semua pembaca tertarik dengan ragam sastra tersebut. Mengapa? Karena bacaan sastra tersebut membutuhkan analisis yang kuat. 

Tidak ada komentar: